Pergilah, jika bahagia kau dapat

Aku tentu saja tak dapat mendustakan perasaanku yang melemah

Seiring dengan langkahmu berlalu aku pun bertemu dengan kehancuran

Namun jika kau tlah pergi, jangan mengharapku kembali

Ku takkan mengulang sesuatu yang menyakitkan

Mungkin takkan ku dapatkan penggantimu

Namun apa daya rasaku yang menutup rapat pintu hati

Jangan sesekali kau pikirkan cinta ku

Karena tetap sama seperti sedia kalanya

Tetap merengkuh bayang semu darimu

Mestinya sedikit saja ku mencinta

Kini semua tlah terjadi

Cintaku tak lagi bersisa

Harusnya ku hentikan sebelum kecewa

Baru ku sadari betapa bodoh sikapku

Aku terlalu berharap pada cinta

Dan melihat pesonamu membuatku terpaku

Aku buta dan tak bisa merasa

Mengapa cinta tulusku hanya jadi pelampiasan?

Apa tak pernah sedikitpun terpikirkan hatiku yang luka?

Aku salah mencintaimu

Dan berharap rasaku berbalas

Membuatku semakin terlihat bodoh

Lagi-lagi kau menyinariku!

Kemudian kau tinggalkanku sendiri

Mambuat kegelapan lebih terasa

Mengapa semaumu saja?

Sepertinya tak ada cinta seperti bayangku

Mungkin kau memang selamanya menjadi fatamorgana ku

Setiapku mendekat selalu tak tampak

Mungkin cintaku tak pantas bersama permainanmu

Dan itu lebih baik

Pada kenyataannya aku pun masih bisa melihat

Walau kegelapan merengkuh hatiku

Aku masih bertahan

Walau perih akan galauku terjawab kekecewaan

.Mungkin hanya khayalku

.Karena sungguh ku merindukan semua darimu

.Takkan ada yang bisa beriku cinta seindah pemberianmu

.bagaimana mungkin ku membiarkan kepergianmu

.jika tempat tujuanmu pun ku tak tau


 

.apa indah surga itu?

.seandainya ku bisa, ingin sekali ku menemanimu

.menyakitkan

.masih saja ku tak bisa merelakan


 

.tiap kali ku tatap langit

.dalam hati ku berbisik, apa kau juga melihatku?

.perlahan hatiku merintihkan sakitnya

.pandanganku pun beralih pada para bintang

.dengan lirih mulut ku memohon pada bintang yang begitu terang sepertimu di hatiku

.tolonglah sampaikan rinduku padanya

Tak ada gunanya ku menangis

Kau takkan kembali

Aku hanya mengikuti hati yang mengeras

Apa kau pikir aku tak rasakan perih?

Bodoh sekali hatiku yang terus mencintai orang sepertimu ini

Andai saja kau mengetahui sebagian hatiku yang terselip dalam

Aku masih merindumu!

Dan masih sangat mencintaimu!

Apa kau tau?

Tentu saja tidak

Aku ingat saat bagaimana kau acuhkan hadirku

Saat itu pula hatiku memaki

Tapi nyatanya sampai saat ini tetap saja ia memihakmu

Mungkin memang tak ada lagi kata seindah dulu

Yang tertinggal pun kini hanya kenangan

Mungkin meski ku menangis tak ada yang mendengar

Hmmh..

Apalah aku?

Hanya seperti lebah

Perjuangkan tempatku berdiam

Menyakiti siapa saja yang menyakiti bagian dariku

Tapi bagian-bagian itu malah mencampakan hatiku!

Seolah aku tak pernah memberi ketulusan terdalam ku

Kini hampir habis seluruh hati

Tergerogoti sakit dan ketidak perdulian

Biarlah ku tanggung sendiri

Ku yakin kau pun lelah mendengarku merintih


Ingin bercerita

Namun hati Nampaknya segan

Mau berkeluh tentang derita

Sepertinya mulutku tertekan


 

Dimana engkau cinta

Saat kelemahanku mencapai puncaknya

Hanya kau yang bisa menghadirkan semi dalam jiwa

Menyejukkanku dengan tawa seperti biasa


 

Kadang hari ku lewati dengan berat

Saat bayangmu tak kunjung ku lihat

Masih saja mengharapkan bayangmu tertangkap

Namun hanya hampa yang merayap

Dinding hati pun mulai terkoyak

Mengingat luasnya jarak


 

Aku tau sebentar lagi kepergianku makin merusak

Lalu apa yang bisa ku perbuat

Hatiku terasa semakin sesak

Mengingat semua yang terlewat