Mengapa masih aku mencintaimu

Mengapa hati ini masih saja terpaku padamu

Seharusnya bayangmu pergi

Harusnya ku tinggalkan kenangan dan menepi

Harusnya ku biarkan kau bersamanya

Yaa..

Aku hampir melupakannya

Gadis manis pengganti ku

Yang berjuta kali lebih dariku

Aku merelakannya

Lagi pula sepertinya ia tak melukaimu

Tak juga menepismu dan membiarkanmu pergi

Sepenuhnya kesalahanku

Dan penyesalan takkan berharga saat semua tlah terjadi

Kau...

Terus saja khianati aku

Pergi dan jangan lagi kembali

Apa aku sedih?

Tidak!

Meskipun kau menepisku

Meskipun kau bersamanya

Takkan ku biarkan air mata menetes

Biar hatiku yang menanggung kebodohanku karena mencintaimu

Aku membencimu

Membenci hadirmu

Dan jangan pernah berani sedikit pun berharap maaf

Dulu aku berlari menggapai menerjang angin bersama sahabat
Terjatuh menangis tertawa bersama
Kini saat semua berubah
Apa hanya aku yang merindukan saat itu?
Dulu matahari terik bersinar menyinari empat sekawan yang berjalan tertatih
Berbagi dalam keterbatasan
Lalu semua hilang saat masing-masing melewati jalan masa depan
Janji itu hanya menampakkan kebohongan
Jangan berpura-pura tuk perduli jika rasa tlah berakhir
Aku menjauh karena tak ingin lagi terluka
Harus dengan apa ku satukan kita?
Jika memungkinkan aku terlelap selamanya
Aku akan memilihnya, mungkin batin itu terketuk tuk kembali :(

Hingga saat mimpi ku dapat

Aku akan datang menjemputmu

Namun kapan? Seolah tak tepat

Waktu hanya segumpal rahasia yang membuatku merasa pilu

Percayalah aku merindumu

Terus dan akan selalu mengingatmu

Dalam langkahku yang dibuai banyak goda

Terus tertolak bayangan penguasa cinta

Seiring lajunya hentakkan rintangan

Ku mohon jaga cinta kita sekuat iman

Tunggu aku yang akan kembali

Ku harap kau mengerti

Ini bukanlah ego yang menguasai hati

Terlalu berani hatiku berharap pada sang pangeran

Sedangkan aku hanya gadis pemetik bunga

Namun tatapanmu terus melambungkan angan

Hingga ku takut jatuh tenggelam pada telaga luka

Beranikah ku memimpikanmu

Jika tahta tak mungkin melihatku

Mengapa kita seakan menjadi manusia dan matahari

Yang hanya bisa melihat kau saat menyinari

Terang diatas sana

Dan aku berbaur bersama rakyat dibawahmu

Jelas tak terlihat tanpa mata seksama

Namun takdir membawa cintamu menaklukan takutku

Kemana ragamu pergi?

Tahukah engkau jejak yang tertinggal memberi luka?

Terlalu menyakitkan hingga tak hentinya ku menangisi perihnya…

Mengapa dengan mudah kau pergi setelah cinta itu menancap begitu dalam?

Apa hanya kepalsuan selama ini?

Apa tak ada artinya yang kita lalui?

Begitu banyak tanya meracuni benakku…

Terpikirkah dalam nurani

Perasaan ku yang tercabik ini?

Setidaknya beri aku waktu tuk melihatmu pergi melepasku...

Baru dari seberang pulau ku menatapmu

Jantung tak beraturan membunyikan detaknya

Nafas memburu seolah gugup

Tangan terasa dingin dan memucat

Begitu besarnya pengaruh hadirmu

Maka jangan pergi dariku

Tetaplah bertahan disisiku

Hanya itu yang ku perlukan

Dan Hanya kamu yang bisa membuatku bertahan

Tetaplah diam ditempat ini

Memeluk cintaku selamanya waktu terus berjalan

Jangan menatapku seperti itu

Aku bukan malaikatmu

Jangan memanggilku seperti itu

Aku bukan wanitamu

Jangan menghembuskan harapan penuh kehangatan

Aku mungkin saja luluh karenanya

Oh ayolah

Aku tak terbiasa dengan situasi rumit seperti itu

Aku sudah menjadi miliknya

Jangan buatku merasa lupa

Cepatlah…

Aku hampir lelah menunggumu katakan cinta

Tak mungkin ku lisankan hatiku begitu saja

Ayolah arjuna penguasa seluruh cintaku

Aku tak bisa menunggu terus menerus

Waktu terus berjalan

Dan aku lelah menghimpit rasa padamu

Seandainya kau ucapkan padaku

Aku tak mungkin punya alasan katakan tidak pada pemilik hatiku

Jangan kecewakan aku dengan harapan indahmu

Terkadang aku terlalu malu untuk memancing hatimu

Aku ingin kau miliki..

Mengertilah . . .

Hai penyanjung pertamaku

Apa kabarmu saat ini

Derapmu tlah pergi bersama angin lalu

Menghilang tanpa memberi sedikit jejak untuk ku kenang kini

Aku rindu padamu

Hampir setiap malamnya mimpikan masa lalu

Ingatkah wahai penemu cintaku yang pertama

Kau memberiku segenap ketulusan yang ku hancurkan dengan bodoh saat itu

Jika suatu hari ku temukan kau

Entah dimana...

Maukah kau menatapku lagi?

Aku gentar tuk yakininya

Kesalahanku mungkin terlalu banyak

Bahkan untuk diberi maaf sebesar debupun terlalu sulit

Tapi aku sungguh merindukanmu...

Dapatkah kau merasakannya cinta pertama ku?

Dosakah jika cinta ini memihak hal yang teringini hati?

Memilih sesuai teriakan hati kecil..

Tapi akan ada yang terluka

Dan aku tak pernah harapkannya

Aku tak ingin menghancurkannya

Karena betapapun hati tak memilihnya

Aku tetap menyayanginya

Menyayangi seorang teman yang selalu ada saat apapun ku rasa

Lalu bagaimana harusnya ku bertindak

Jika lagi-lagi kebingungan mendilemakanku

Entahlah...

Mungkin ku hanya membiarkan semua berjalan mengikuti waktu

Ayolah cinta..
Apa kau benar-benar ingin melepasku dengan cara ini
Apa kau ingin tinggalkan ku?
Pikirkan apa yang tlah kita lalui..
Dan aku akan menunggumu disini hingga kau terbangun
Jangan diam seperti itu..
Apa kau ingin aku mengikutimu?
Ku mohon…
Dengarlah sedikit jerit pilu yang ku ingin kau mendengarnya
Hanya mendengar harapanku yang memintamu tersadar
Tak perlu lebih..
Karena hanya akan membuatmu terbawa kesedihanku
Tolonglah aku yang tak mampu hidup tanpa kehangatanmu
Jangan pergi..
Ku mohon…

Kesalahanku membiarkanmu pergi dari hidupku

Penyesalan menjelma menjadi luka yang menganga di hati

Terluka ingin menggapaimu kembali

Tak kuasa menggapai mimpiku lagi

Saat ini teringat masa lalu yang membawaku pada bahagia tanpa batas

Saat bersamamu

Lalu kekecewaan memudarkan bahagiaku

Aku tak sanggup lagi berimu kesempatan

Entah untuk yang keberapa kalinya

HAti tak sanggup lagi bersabar

Mengharapkan mimpi kembali menggapai hati

Namun seakan tak mungkin lagi ...

Apa mau mu?

Menghilang pergi dan datang kembali sesuka rasamu

Dan aku kau biarkan menangis dan tersenyum karenamu

Menunggu.. Terus menunggu..

Tanpa awal dan akhir yang jelas dan nyata

Dalam penantianku

Dan kebingunganku menunggu cintamu

Berharap ku dapatkan namun tak jua kunjung datang

Lalu apa langkah ku selanjutnya

Jika kaki pun tak mampu lagi melangkah karena luka yang ku derita

Kecewa yang tak berujung menikam tepat disisi terlemah

Mengajakku berlari kearah jurang kesedihan

Dan aku menangiskan sesalku dalam rintihan pilu..

Aku bersandar pada kehancuran hati

Yang kini semakin melapuk

di lintasi waktu

Aku menyepi sendiri sebelum kesendirian terasa

Mencoba menangis

Air mata seolah segan menumpahkan sakitnya

Dengan kepiluannya mencoba menahan isak yang hampir terlepas

Tangan ku bergetar hebat saat meraihnya

Namun seketika itu ia melapasku

Hingga ku tersentak dan hati terhempas

Pergilah cinta jika itu hal yang terindah dijalanmu

Meski ku menangis hingga lautan meluap

Kau takan menatapku lagi

Keyakinan itu terkadang melumpuhkan rasa

Namun terkadang nyata memaksa tuk ditrima

Ingin rasanya ku menangi menumpahkan segala kepedihan
Tapi batin tertekan keadaan
Bagaimana cara ku terisak jika tak ada ketenangan
Bagaimana ku temukan ketenangan jika ketenangan itu sendiri yang menyiksa batin ku?
Aku mau berteriak pun rasanya teramat menyesakkan hatiku
Merintih pelan tak jua mampu lepaskan sakit ku
Cintaaaaaaaaa........
Aku tlah tertinggal olehnya :'(
Jagalah ia, sejujurnya ku tak ingin mengatakannya padamu
dan hanya lewat kata beribu kiasan saja lah ku mampu ungkapkannya
Aku merelakannya untuk mu
Sahabatku...
Melihatmu berdiri tegak dengan angkuhnya
Masih saja membuat kenangan berkecamuk dalam pikiranku
Walau seharusnya luka telah meremuk redamkan semua
Tapi nyatanya masih saja menghantui gerakku
Dan saat pandangan terarah, tertuju, dan tertabrak
Takkan mungkin ku rusak harga diri yang semakin menjatuhkanku
Ego meracuni hatiku dan dia
Berpaling cepat membuang wajah
Saat itu juga metaku meneteskan kesedihannya
Hanya untuk menyimpan dan merahasiakan rasa
Kehilangan merasuki jiwaku
Memperparah luka terdahulu
Dengung, dengar dan sampaikanlah rintihku atas namanya
Petir, tunjukkan kemarahan suaramu
Layaknya luka laluku dan sekarang
Cinta, tetaplah diam dan jangan menampakkan wujudmu atas dirinya
Kehilangan, kerinduan, keangkuhan sikapnya
Menyeruak mencipta sang bingung
Yang tumbuh semakin besar dan menyesatkan
Tanpa bisa ku bertemu sebuah akhir yang jelas
Menyimpannya tak semudah meniup angin
Layaknya badai besar,
Ku selalu merasa terjangannya begitu kuat
Hanya saja terselip di reruntuhan hati
Begitu aku terpaku melihat kedatanganmu
Hari seolah berubah indah
Namun menatap seseorang disampingmu
Terasa seakan kematian mendekatiku perlahan-lahan
Aku dengan enggannya mengakui bahwa dia pantas di sampingmu

Kini hanya sesal yang menyeruak ke permukaan

cinta tlah lama ku pendam
Semakin lama semakin tak bermakna
Tak mungkin ku bisikan lagi cinta itu

Haruskah ku terluka lagi
Kesadaranku sudah cukup menyakitiku
Apa perlu ku mengejarmu
Mungkin terlambat...
Pantaskah jika ku bertanya,
Kapan kau mendengar nyanyian cintaku?
Aku slalu ada dibelakangmu...
Apakah kau benar-benar tak merasakannya?
Apa kau tak pernah melihatku?
Biarlah..
Asalkan masih ada senyum itu..
Asalkan masih ada bahagiamu itu
Aku akan terus melihatmu
Seandainya kau berbalik walau hanya satu kali
Cukup bahagiakanku selamanya
Aku tak akan terlalu memaksamu untuk mencintaiku
Hanya berani berharap kau tau perasaan ini
Hatiku terus berontak memanggilmu
Hingga pada satu waktu ku tak bisa lagi menahannya
Meski ku tau semua ini hanya sia-sia
Karena hanya ada dia,
Dan akan selalu dia yang kau lihat
Tak mengapa...
Aku akan tetap berada dibelakangmu
Aku bukan hanya sekedar bodoh mengharapkan cintamu
Tapi aku juga terlalu lemah untuk memaksa hatiku menjauh darimu...
Cinta itu menyebalkan!
Kadang mengangkatku ketempat teratas..
Kadang juga menghempasku ketempat yang paling bawah!
Sakitnya begitu menyiksaku,
Hingga menangispun tak mampu meredakan perasaanku yang luka..
Harus bagaimana lagi mengenyahkan cinta ini dari hatiku?
Aku lelah berlari,
Aku lelah berjalan tertaih-tatih
Hanya untuk satu cinta!
Bahkan ia pun tak menyadari jatuh dan bangkitnya aku melawan semua badai.
Bahkan ia pun tak tau berapa banyak airmata yang ku simpan
Laut pun seakan tak sanggup menampung pedihnya air mata ku
Dan kau dengan mudahnya mencampakan kehadiran cintaku
Apa yang salah dengan ku selama ini?
Bukankah cinta itu yang kau inginkan?
Atau hanya harapan kosong yang selama ini ku dengarkan?
Semua berakhir!!!
Cintaku..
Sekarang meski dimana pun langkahmu berlari
Jika kau terus mengaharapku
Maka ku kan menghampiri
Matahariku
Teruslah hangatkan seluruh jiwaku,
agar tak lagi terasa kebekuan itu
Bintangku
Teruslah bersinar terang untuk hatiku,
agar tak lagi menjadi gelap
Kau adalah bulan yang akan slalu ku rindukan di siang hariku.
Kau adalah pelangi yang slalu ku ingat selama nafasku berhembus
Hingga langit pun mengambil degup jantungku..
Dan kau masih ada di hatiku..
Walau raga tlah tiada..
Hanya ada jiwa yang tersisa
Dan itupun masih mengingatmu
Kekasihku....
Sudah ku coba segala cara..
Mengobti seluruh perasaan.
Telah ku jelajahi seluruh dunia, samudra, dan rimba tuk temukan caranya..
Namun kau masih saja terasa perih.
Begitu dalamnya perasaan yang tersakti itu
Hingga nyawa inipun hampir ku biarkan pergi agar tak lagi ku rasakan perih. ..
Harus bagaimana lagi ku balut rasa ini agar tak merembes mengena jiwa. ..
Air mata, semakin menyesakkan dada..
Membuat ku lebih merasakan derita akibat cinta..
Sampai pada batasnya, ku lelah..
Dan biarkan luka itu mengering dengan sendirinya. ..
Teruslah berlari
Dan bila terjatuh,
Aku akan menahanmu. . .
Jika hanya senyum dan tawa bahagiamu
Tlah cukup buatku bahagia
Maka lautan airmata ini akan ku simpan...
Meski tak pernah tau...
Bahkan tak merasakan kepingan-kepingan hatiku yang hancur berserakan itu..
Aku dengan dengan bodohnya masih melihatmu
Memperhatikan langkahmu
Tak sanggup jika bayanganmu tak tampak di mataku..
Birapun dengannya,
Ku tetap menatapmu
Membiarkan segenap perasaanku tertumpu pada sesuatu yang fana
Melihatmu dengannya ku akui menyakitkan!
Namun membahagiakan..
Karena sepertinya hanya dia yang memberimu bahagia
Aku takkan berani berharap cintamu...
Hanya akan memperparah luka...
Satu persatu mereka pergi
Meninggalkan kekosongan..
Mereka merapuhkan seluruh perasaan
Meleburkan arti sebuah kata SAHABAT
Pernahkah terbesit harapan dijiwa kalian?
Lalu semuanya hancur tertiup badai
Layaknya perasaanku yang tak pernah kalian tau
Semua ini tiba-tiba jadi tak bermakna. . .
Dan akhirnya hanya ada satu
Satu semangat yang tersisa
Tentu bukan cinta..
Karna ia terlalu banyak menyiksa rasa
Sahabat....
Yang akan berlari ketika kau berlari
Yang akan terus menanti kau kembali
Yang akan ada disaat seharusnya ia ada
Ini bukan hanya sekedar kata-kata tanpa makna
Ini adalah satu teriakan yang teredam..
Teriakan yang berkata,
Aku kehilangan sahabat-sahabatku karenamu..
Jika kau hanya bertanya 'bagaimana caranya'
Maka selamanya takkan terjawab..
Tak pernah mencoba,
Hanya berharap dia menghampirimu
Mengucapkan seluruh perasaannnya
Itu harapan yang bodoh!
Dan akhirnya kau akan terluka
Itu hanya jika menilik kedalam hatimu..
Tapi bagaimana dengannya?
Apa kau tau lelahnya dia menantimu?
Apa kau tau kecewanya dia?
Jangan pernah merasa kaulah satu-satunya orang yang terluka!
Karena cintanya yang selalu terjaga itu ..
Kau rusak tanpa kau sadari!
Dan jangan salahkan hatinya yang tak ingin kembali mengharapkan cintamu. . .
Pernahkah kau perhatikan
Apa yang ku lakukan saat mengejarmu?
Aku menangis!
Terjatuh dan berlari lagi...
Aku merintih!
Terluka dan terus memaksa diri!
Dan pernahkah kau sadari?
Apa yang tlah ku korbankan demi cintaku?
Perasaanku!
Air mataku!
Dan kau masih menyakitiku..
Disaat hatiku tlah tenang dengan kepergianmu
Apalagi yang kau inginkan?
Tak cukupkah bagimu melihat kehancuran hatiku?
Aku lelah jika kau selalu mempermainkan rasa!!!
Haruskah ku simpan semua sakit perih ini sendiri?
Menatapmu yang masih bisa berharap kembali padanya
Aku tak tau apa yang terjadi dengan ku..
Tapi entah apa kehendak waktu yang menggulirkan ku di perasaan yang tak seharusnya
Aku tak ingin menyalahkan semua yang terjadi padamu
Aku tak mau melukaimu dengan mengatakan semua yang terjadi..
Tapi Hatiku terus mengatakan dan berteriak padaku dengan kerasnya
Bahwa kau..
Bahwa kaulah penyebab sahabat ku pergi..
Bahwa kaulah yang membuatku menangis mengingat kau masih bisa bersamanya..
Bersama sahabat dan seseorang yang ku sayang..
Mendengar nyanyian tabu
Diseberang sana kau berada
Hanya bisa berharap pelan dalam kalbu
Menanti segenap jiwa yang terbawa
Akupun disetiap detiknya waktu bergerak
Melantunkan harapan cinta
Dimana dulu ku bisa memilikinya
Dan merasakannya dalam dekatnya jarak tanpa batas
Musim terus berubah
Cintapun tak jua kembali
Karena kecewa ku mengeluh
Namun masih saja ku berdiri
Kesekian kalinya musim berganti
Salju turun membekukan hati
Tak lagi sanggup dan akhirnya ku berhenti
Tapi saat ku berbalik,
Kau kembali. . .
Namun sayang,
Semuanya tlah berubah dan takkan pernah sama lagi di mataku. . .