Menyimpannya tak semudah meniup angin
Layaknya badai besar,
Ku selalu merasa terjangannya begitu kuat
Hanya saja terselip di reruntuhan hati
Begitu aku terpaku melihat kedatanganmu
Hari seolah berubah indah
Namun menatap seseorang disampingmu
Terasa seakan kematian mendekatiku perlahan-lahan
Aku dengan enggannya mengakui bahwa dia pantas di sampingmu
Kini hanya sesal yang menyeruak ke permukaan
cinta tlah lama ku pendam
Semakin lama semakin tak bermakna
Tak mungkin ku bisikan lagi cinta itu
Haruskah ku terluka lagi
Kesadaranku sudah cukup menyakitiku
Apa perlu ku mengejarmu
Mungkin terlambat...
Pantaskah jika ku bertanya,
Kapan kau mendengar nyanyian cintaku?
Aku slalu ada dibelakangmu...
Apakah kau benar-benar tak merasakannya?
Apa kau tak pernah melihatku?
Biarlah..
Asalkan masih ada senyum itu..
Asalkan masih ada bahagiamu itu
Aku akan terus melihatmu
Seandainya kau berbalik walau hanya satu kali
Cukup bahagiakanku selamanya
Aku tak akan terlalu memaksamu untuk mencintaiku
Hanya berani berharap kau tau perasaan ini
Hatiku terus berontak memanggilmu
Hingga pada satu waktu ku tak bisa lagi menahannya
Meski ku tau semua ini hanya sia-sia
Karena hanya ada dia,
Dan akan selalu dia yang kau lihat
Tak mengapa...
Aku akan tetap berada dibelakangmu
Aku bukan hanya sekedar bodoh mengharapkan cintamu
Tapi aku juga terlalu lemah untuk memaksa hatiku menjauh darimu...
Kapan kau mendengar nyanyian cintaku?
Aku slalu ada dibelakangmu...
Apakah kau benar-benar tak merasakannya?
Apa kau tak pernah melihatku?
Biarlah..
Asalkan masih ada senyum itu..
Asalkan masih ada bahagiamu itu
Aku akan terus melihatmu
Seandainya kau berbalik walau hanya satu kali
Cukup bahagiakanku selamanya
Aku tak akan terlalu memaksamu untuk mencintaiku
Hanya berani berharap kau tau perasaan ini
Hatiku terus berontak memanggilmu
Hingga pada satu waktu ku tak bisa lagi menahannya
Meski ku tau semua ini hanya sia-sia
Karena hanya ada dia,
Dan akan selalu dia yang kau lihat
Tak mengapa...
Aku akan tetap berada dibelakangmu
Aku bukan hanya sekedar bodoh mengharapkan cintamu
Tapi aku juga terlalu lemah untuk memaksa hatiku menjauh darimu...
Cinta itu menyebalkan!
Kadang mengangkatku ketempat teratas..
Kadang juga menghempasku ketempat yang paling bawah!
Sakitnya begitu menyiksaku,
Hingga menangispun tak mampu meredakan perasaanku yang luka..
Harus bagaimana lagi mengenyahkan cinta ini dari hatiku?
Aku lelah berlari,
Aku lelah berjalan tertaih-tatih
Hanya untuk satu cinta!
Bahkan ia pun tak menyadari jatuh dan bangkitnya aku melawan semua badai.
Bahkan ia pun tak tau berapa banyak airmata yang ku simpan
Laut pun seakan tak sanggup menampung pedihnya air mata ku
Dan kau dengan mudahnya mencampakan kehadiran cintaku
Apa yang salah dengan ku selama ini?
Bukankah cinta itu yang kau inginkan?
Atau hanya harapan kosong yang selama ini ku dengarkan?
Semua berakhir!!!
Kadang mengangkatku ketempat teratas..
Kadang juga menghempasku ketempat yang paling bawah!
Sakitnya begitu menyiksaku,
Hingga menangispun tak mampu meredakan perasaanku yang luka..
Harus bagaimana lagi mengenyahkan cinta ini dari hatiku?
Aku lelah berlari,
Aku lelah berjalan tertaih-tatih
Hanya untuk satu cinta!
Bahkan ia pun tak menyadari jatuh dan bangkitnya aku melawan semua badai.
Bahkan ia pun tak tau berapa banyak airmata yang ku simpan
Laut pun seakan tak sanggup menampung pedihnya air mata ku
Dan kau dengan mudahnya mencampakan kehadiran cintaku
Apa yang salah dengan ku selama ini?
Bukankah cinta itu yang kau inginkan?
Atau hanya harapan kosong yang selama ini ku dengarkan?
Semua berakhir!!!
Cintaku..
Sekarang meski dimana pun langkahmu berlari
Jika kau terus mengaharapku
Maka ku kan menghampiri
Matahariku
Teruslah hangatkan seluruh jiwaku,
agar tak lagi terasa kebekuan itu
Bintangku
Teruslah bersinar terang untuk hatiku,
agar tak lagi menjadi gelap
Kau adalah bulan yang akan slalu ku rindukan di siang hariku.
Kau adalah pelangi yang slalu ku ingat selama nafasku berhembus
Hingga langit pun mengambil degup jantungku..
Dan kau masih ada di hatiku..
Walau raga tlah tiada..
Hanya ada jiwa yang tersisa
Dan itupun masih mengingatmu
Kekasihku....
Sekarang meski dimana pun langkahmu berlari
Jika kau terus mengaharapku
Maka ku kan menghampiri
Matahariku
Teruslah hangatkan seluruh jiwaku,
agar tak lagi terasa kebekuan itu
Bintangku
Teruslah bersinar terang untuk hatiku,
agar tak lagi menjadi gelap
Kau adalah bulan yang akan slalu ku rindukan di siang hariku.
Kau adalah pelangi yang slalu ku ingat selama nafasku berhembus
Hingga langit pun mengambil degup jantungku..
Dan kau masih ada di hatiku..
Walau raga tlah tiada..
Hanya ada jiwa yang tersisa
Dan itupun masih mengingatmu
Kekasihku....
Sudah ku coba segala cara..
Mengobti seluruh perasaan.
Telah ku jelajahi seluruh dunia, samudra, dan rimba tuk temukan caranya..
Namun kau masih saja terasa perih.
Begitu dalamnya perasaan yang tersakti itu
Hingga nyawa inipun hampir ku biarkan pergi agar tak lagi ku rasakan perih. ..
Harus bagaimana lagi ku balut rasa ini agar tak merembes mengena jiwa. ..
Air mata, semakin menyesakkan dada..
Membuat ku lebih merasakan derita akibat cinta..
Sampai pada batasnya, ku lelah..
Dan biarkan luka itu mengering dengan sendirinya. ..
Mengobti seluruh perasaan.
Telah ku jelajahi seluruh dunia, samudra, dan rimba tuk temukan caranya..
Namun kau masih saja terasa perih.
Begitu dalamnya perasaan yang tersakti itu
Hingga nyawa inipun hampir ku biarkan pergi agar tak lagi ku rasakan perih. ..
Harus bagaimana lagi ku balut rasa ini agar tak merembes mengena jiwa. ..
Air mata, semakin menyesakkan dada..
Membuat ku lebih merasakan derita akibat cinta..
Sampai pada batasnya, ku lelah..
Dan biarkan luka itu mengering dengan sendirinya. ..
Teruslah berlari
Dan bila terjatuh,
Aku akan menahanmu. . .
Jika hanya senyum dan tawa bahagiamu
Tlah cukup buatku bahagia
Maka lautan airmata ini akan ku simpan...
Meski tak pernah tau...
Bahkan tak merasakan kepingan-kepingan hatiku yang hancur berserakan itu..
Aku dengan dengan bodohnya masih melihatmu
Memperhatikan langkahmu
Tak sanggup jika bayanganmu tak tampak di mataku..
Birapun dengannya,
Ku tetap menatapmu
Membiarkan segenap perasaanku tertumpu pada sesuatu yang fana
Melihatmu dengannya ku akui menyakitkan!
Namun membahagiakan..
Karena sepertinya hanya dia yang memberimu bahagia
Aku takkan berani berharap cintamu...
Hanya akan memperparah luka...
Dan bila terjatuh,
Aku akan menahanmu. . .
Jika hanya senyum dan tawa bahagiamu
Tlah cukup buatku bahagia
Maka lautan airmata ini akan ku simpan...
Meski tak pernah tau...
Bahkan tak merasakan kepingan-kepingan hatiku yang hancur berserakan itu..
Aku dengan dengan bodohnya masih melihatmu
Memperhatikan langkahmu
Tak sanggup jika bayanganmu tak tampak di mataku..
Birapun dengannya,
Ku tetap menatapmu
Membiarkan segenap perasaanku tertumpu pada sesuatu yang fana
Melihatmu dengannya ku akui menyakitkan!
Namun membahagiakan..
Karena sepertinya hanya dia yang memberimu bahagia
Aku takkan berani berharap cintamu...
Hanya akan memperparah luka...
Satu persatu mereka pergi
Meninggalkan kekosongan..
Mereka merapuhkan seluruh perasaan
Meleburkan arti sebuah kata SAHABAT
Pernahkah terbesit harapan dijiwa kalian?
Lalu semuanya hancur tertiup badai
Layaknya perasaanku yang tak pernah kalian tau
Semua ini tiba-tiba jadi tak bermakna. . .
Dan akhirnya hanya ada satu
Satu semangat yang tersisa
Tentu bukan cinta..
Karna ia terlalu banyak menyiksa rasa
Sahabat....
Yang akan berlari ketika kau berlari
Yang akan terus menanti kau kembali
Yang akan ada disaat seharusnya ia ada
Ini bukan hanya sekedar kata-kata tanpa makna
Ini adalah satu teriakan yang teredam..
Teriakan yang berkata,
Aku kehilangan sahabat-sahabatku karenamu..
Meninggalkan kekosongan..
Mereka merapuhkan seluruh perasaan
Meleburkan arti sebuah kata SAHABAT
Pernahkah terbesit harapan dijiwa kalian?
Lalu semuanya hancur tertiup badai
Layaknya perasaanku yang tak pernah kalian tau
Semua ini tiba-tiba jadi tak bermakna. . .
Dan akhirnya hanya ada satu
Satu semangat yang tersisa
Tentu bukan cinta..
Karna ia terlalu banyak menyiksa rasa
Sahabat....
Yang akan berlari ketika kau berlari
Yang akan terus menanti kau kembali
Yang akan ada disaat seharusnya ia ada
Ini bukan hanya sekedar kata-kata tanpa makna
Ini adalah satu teriakan yang teredam..
Teriakan yang berkata,
Aku kehilangan sahabat-sahabatku karenamu..
Jika kau hanya bertanya 'bagaimana caranya'
Maka selamanya takkan terjawab..
Tak pernah mencoba,
Hanya berharap dia menghampirimu
Mengucapkan seluruh perasaannnya
Itu harapan yang bodoh!
Dan akhirnya kau akan terluka
Itu hanya jika menilik kedalam hatimu..
Tapi bagaimana dengannya?
Apa kau tau lelahnya dia menantimu?
Apa kau tau kecewanya dia?
Jangan pernah merasa kaulah satu-satunya orang yang terluka!
Karena cintanya yang selalu terjaga itu ..
Kau rusak tanpa kau sadari!
Dan jangan salahkan hatinya yang tak ingin kembali mengharapkan cintamu. . .
Maka selamanya takkan terjawab..
Tak pernah mencoba,
Hanya berharap dia menghampirimu
Mengucapkan seluruh perasaannnya
Itu harapan yang bodoh!
Dan akhirnya kau akan terluka
Itu hanya jika menilik kedalam hatimu..
Tapi bagaimana dengannya?
Apa kau tau lelahnya dia menantimu?
Apa kau tau kecewanya dia?
Jangan pernah merasa kaulah satu-satunya orang yang terluka!
Karena cintanya yang selalu terjaga itu ..
Kau rusak tanpa kau sadari!
Dan jangan salahkan hatinya yang tak ingin kembali mengharapkan cintamu. . .
Pernahkah kau perhatikan
Apa yang ku lakukan saat mengejarmu?
Aku menangis!
Terjatuh dan berlari lagi...
Aku merintih!
Terluka dan terus memaksa diri!
Dan pernahkah kau sadari?
Apa yang tlah ku korbankan demi cintaku?
Perasaanku!
Air mataku!
Dan kau masih menyakitiku..
Disaat hatiku tlah tenang dengan kepergianmu
Apalagi yang kau inginkan?
Tak cukupkah bagimu melihat kehancuran hatiku?
Aku lelah jika kau selalu mempermainkan rasa!!!
Apa yang ku lakukan saat mengejarmu?
Aku menangis!
Terjatuh dan berlari lagi...
Aku merintih!
Terluka dan terus memaksa diri!
Dan pernahkah kau sadari?
Apa yang tlah ku korbankan demi cintaku?
Perasaanku!
Air mataku!
Dan kau masih menyakitiku..
Disaat hatiku tlah tenang dengan kepergianmu
Apalagi yang kau inginkan?
Tak cukupkah bagimu melihat kehancuran hatiku?
Aku lelah jika kau selalu mempermainkan rasa!!!
Haruskah ku simpan semua sakit perih ini sendiri?
Menatapmu yang masih bisa berharap kembali padanya
Aku tak tau apa yang terjadi dengan ku..
Tapi entah apa kehendak waktu yang menggulirkan ku di perasaan yang tak seharusnya
Aku tak ingin menyalahkan semua yang terjadi padamu
Aku tak mau melukaimu dengan mengatakan semua yang terjadi..
Tapi Hatiku terus mengatakan dan berteriak padaku dengan kerasnya
Bahwa kau..
Bahwa kaulah penyebab sahabat ku pergi..
Bahwa kaulah yang membuatku menangis mengingat kau masih bisa bersamanya..
Bersama sahabat dan seseorang yang ku sayang..
Menatapmu yang masih bisa berharap kembali padanya
Aku tak tau apa yang terjadi dengan ku..
Tapi entah apa kehendak waktu yang menggulirkan ku di perasaan yang tak seharusnya
Aku tak ingin menyalahkan semua yang terjadi padamu
Aku tak mau melukaimu dengan mengatakan semua yang terjadi..
Tapi Hatiku terus mengatakan dan berteriak padaku dengan kerasnya
Bahwa kau..
Bahwa kaulah penyebab sahabat ku pergi..
Bahwa kaulah yang membuatku menangis mengingat kau masih bisa bersamanya..
Bersama sahabat dan seseorang yang ku sayang..
Mendengar nyanyian tabu
Diseberang sana kau berada
Hanya bisa berharap pelan dalam kalbu
Menanti segenap jiwa yang terbawa
Akupun disetiap detiknya waktu bergerak
Melantunkan harapan cinta
Dimana dulu ku bisa memilikinya
Dan merasakannya dalam dekatnya jarak tanpa batas
Musim terus berubah
Cintapun tak jua kembali
Karena kecewa ku mengeluh
Namun masih saja ku berdiri
Kesekian kalinya musim berganti
Salju turun membekukan hati
Tak lagi sanggup dan akhirnya ku berhenti
Tapi saat ku berbalik,
Kau kembali. . .
Namun sayang,
Semuanya tlah berubah dan takkan pernah sama lagi di mataku. . .
Langganan:
Postingan (Atom)
