Aku bersandar pada kehancuran hati
Yang kini semakin melapuk
di lintasi waktu
Aku menyepi sendiri sebelum kesendirian terasa
Mencoba menangis
Air mata seolah segan menumpahkan sakitnya
Dengan kepiluannya mencoba menahan isak yang hampir terlepas
Tangan ku bergetar hebat saat meraihnya
Namun seketika itu ia melapasku
Hingga ku tersentak dan hati terhempas
Pergilah cinta jika itu hal yang terindah dijalanmu
Meski ku menangis hingga lautan meluap
Kau takan menatapku lagi
Keyakinan itu terkadang melumpuhkan rasa
Namun terkadang nyata memaksa tuk ditrima
0 komentar:
Posting Komentar