Ingin bercerita

Namun hati Nampaknya segan

Mau berkeluh tentang derita

Sepertinya mulutku tertekan


 

Dimana engkau cinta

Saat kelemahanku mencapai puncaknya

Hanya kau yang bisa menghadirkan semi dalam jiwa

Menyejukkanku dengan tawa seperti biasa


 

Kadang hari ku lewati dengan berat

Saat bayangmu tak kunjung ku lihat

Masih saja mengharapkan bayangmu tertangkap

Namun hanya hampa yang merayap

Dinding hati pun mulai terkoyak

Mengingat luasnya jarak


 

Aku tau sebentar lagi kepergianku makin merusak

Lalu apa yang bisa ku perbuat

Hatiku terasa semakin sesak

Mengingat semua yang terlewat

0 komentar:

Posting Komentar