.Mungkin hanya khayalku

.Karena sungguh ku merindukan semua darimu

.Takkan ada yang bisa beriku cinta seindah pemberianmu

.bagaimana mungkin ku membiarkan kepergianmu

.jika tempat tujuanmu pun ku tak tau


 

.apa indah surga itu?

.seandainya ku bisa, ingin sekali ku menemanimu

.menyakitkan

.masih saja ku tak bisa merelakan


 

.tiap kali ku tatap langit

.dalam hati ku berbisik, apa kau juga melihatku?

.perlahan hatiku merintihkan sakitnya

.pandanganku pun beralih pada para bintang

.dengan lirih mulut ku memohon pada bintang yang begitu terang sepertimu di hatiku

.tolonglah sampaikan rinduku padanya

Tak ada gunanya ku menangis

Kau takkan kembali

Aku hanya mengikuti hati yang mengeras

Apa kau pikir aku tak rasakan perih?

Bodoh sekali hatiku yang terus mencintai orang sepertimu ini

Andai saja kau mengetahui sebagian hatiku yang terselip dalam

Aku masih merindumu!

Dan masih sangat mencintaimu!

Apa kau tau?

Tentu saja tidak

Aku ingat saat bagaimana kau acuhkan hadirku

Saat itu pula hatiku memaki

Tapi nyatanya sampai saat ini tetap saja ia memihakmu

Mungkin memang tak ada lagi kata seindah dulu

Yang tertinggal pun kini hanya kenangan

Mungkin meski ku menangis tak ada yang mendengar

Hmmh..

Apalah aku?

Hanya seperti lebah

Perjuangkan tempatku berdiam

Menyakiti siapa saja yang menyakiti bagian dariku

Tapi bagian-bagian itu malah mencampakan hatiku!

Seolah aku tak pernah memberi ketulusan terdalam ku

Kini hampir habis seluruh hati

Tergerogoti sakit dan ketidak perdulian

Biarlah ku tanggung sendiri

Ku yakin kau pun lelah mendengarku merintih


Ingin bercerita

Namun hati Nampaknya segan

Mau berkeluh tentang derita

Sepertinya mulutku tertekan


 

Dimana engkau cinta

Saat kelemahanku mencapai puncaknya

Hanya kau yang bisa menghadirkan semi dalam jiwa

Menyejukkanku dengan tawa seperti biasa


 

Kadang hari ku lewati dengan berat

Saat bayangmu tak kunjung ku lihat

Masih saja mengharapkan bayangmu tertangkap

Namun hanya hampa yang merayap

Dinding hati pun mulai terkoyak

Mengingat luasnya jarak


 

Aku tau sebentar lagi kepergianku makin merusak

Lalu apa yang bisa ku perbuat

Hatiku terasa semakin sesak

Mengingat semua yang terlewat

Mengapa masih aku mencintaimu

Mengapa hati ini masih saja terpaku padamu

Seharusnya bayangmu pergi

Harusnya ku tinggalkan kenangan dan menepi

Harusnya ku biarkan kau bersamanya

Yaa..

Aku hampir melupakannya

Gadis manis pengganti ku

Yang berjuta kali lebih dariku

Aku merelakannya

Lagi pula sepertinya ia tak melukaimu

Tak juga menepismu dan membiarkanmu pergi

Sepenuhnya kesalahanku

Dan penyesalan takkan berharga saat semua tlah terjadi

Kau...

Terus saja khianati aku

Pergi dan jangan lagi kembali

Apa aku sedih?

Tidak!

Meskipun kau menepisku

Meskipun kau bersamanya

Takkan ku biarkan air mata menetes

Biar hatiku yang menanggung kebodohanku karena mencintaimu

Aku membencimu

Membenci hadirmu

Dan jangan pernah berani sedikit pun berharap maaf

Dulu aku berlari menggapai menerjang angin bersama sahabat
Terjatuh menangis tertawa bersama
Kini saat semua berubah
Apa hanya aku yang merindukan saat itu?
Dulu matahari terik bersinar menyinari empat sekawan yang berjalan tertatih
Berbagi dalam keterbatasan
Lalu semua hilang saat masing-masing melewati jalan masa depan
Janji itu hanya menampakkan kebohongan
Jangan berpura-pura tuk perduli jika rasa tlah berakhir
Aku menjauh karena tak ingin lagi terluka
Harus dengan apa ku satukan kita?
Jika memungkinkan aku terlelap selamanya
Aku akan memilihnya, mungkin batin itu terketuk tuk kembali :(