Lembaran cinta yang baru-baru ini ku tuliskan

Membuatku terkisap saat membacanya

Semua tulisanku hanya berisikan namamu

Apa hatiku kini benar-benar memilihmu?

Ya!

Tapi.. Entah..

Ada sesuatu yang mengusik rasaku

Aku ragu akan hadirku yang seolah tak pantas untukmu

Sementara putri-putri lain yang jauh lebih indah dariku

Terus menantimu..

Dan ketika menjalani keindahan bersamamu

Aku juga menyiapkan hati menyambut pisau cinta yang mungkin saja membunuh rasaku kelak

Walau ku yakin pada ketulusanmu

Tapi tetap saja ku tak mau terluka begitu dalam

Hingga rasanya menguras seluruh nafasku seperti yang lalu

Sekali lagi ku pastikan kepercayaanku pada cintamu

Aku hanya ingin tegar ketika ombak menghempasku

Dan ketika badai menghujamku..


 

Aku takut terjatuh saat terbang bersamamu

Dan tak pernah inginkan kehilangan dirimu

Dan rasanya tak pernah ingin melepas genggammu dari tanganku

Mencintaimu

Bahagiaku

Saraf-saraf tubuhku menegang…

Bagaimana caranya ku utarakan maksud hati yang sama?

Aku terlalu terpaku mendengar rasamu

Seperti menari kembali bersama kupu-kupu lain

Aku menerima cinta yang memberiku banyak keindahan

Tanpa henti bibirku mengulas senyum bahagia

Rasanya sudah terlalu lama tak ku rasakan kebahagiaan ini

Walau sedikit kegalauan mengusik hati

Aku memberanikan diri percaya pada rasanya

Takjub ku memandang cahaya sang kumbang

Menerangi kupu-kupu yang sedang tersesat kala malam mencekam dirinya

Kehadiran sang kumbang memberi warna baru pada sayap kupu-kupu malang

Kupu-kupu yang sering merintih kesakitan

Menangis sendiri entah untuk luka yang keberapa kalinya

Tapi tlah berlalu semua keperihan itu

Bersamaan dengan ketulusan sang kumbang

Mengajak kupu-kupu terbang dari kegelapan harinya

Untuk pertama kalinya kupu-kupu itu menyerahkan seluruh rasa tanpa batas pada sosok penyelamatnya

Kini kupu-kupu itu dengan riang mengepakkan sayapnya menarikan pola cinta di udara

Bagaimana ini?

Hatiku mencinta yang tak semestinya ku cinta

Lagi-lagi aku menjatuhkan rasa di keadaan yang salah

Mengapa kau begitu indah?

Hingga sukmamu menyentuh sisi hatiku yang tersulit

Padahal, tlah banyak yang berlalu

Tapi mengapa beda yang ku rasa saat ini?

Dengar aku…

Dengar bisik lirih cintaku

Ia terus memujamu meski ku tahan sekuat yang ku bisa

Aku tak semestinya berharap

Tuhan…

Jangan biarkan ku jatuh cinta pada pangeran itu

Jujur saja, setengah hati tlah jadi miliknya.

Akhiri saja daripada tak bertepi

Bag gelombang terombang-ambing

Kadang menerjang kadang menghempas

Lirih hati bergantung pada ketidakpastian

Menangis tiada henti

Mengeluh pada waktu

Aku hanya manusia malang yang lemah akan cinta

Masih aku berharap

Padahal jelas tak ada tempat

Sebenarnya sepenuhnyalah kesalahanku

Harusnya terlupakan

Tapi masih ku pendam

Kini ia merebak pinta ku agar terus merangkak

Hingga rasanya terlalu lelah ku ikuti maunya hati

Cukup sudah bagi kesadaranku tuk bangun dari kepasrahan

Biarkan berakhir begini

Dan aku kan berhenti mengais luka ditempat yang sama

Sepertinya sesuatu sedang terjadi pada hatiku

Tiba-tiba saja jantung ku mempercepat iramanya

Tiap kali ku melihatnya ..

Sorotnya juga mengarah padaku

Pandangannya tak dapat ku hindari

Dan yang terjadi seolah ada yang mekar di dalam hati

Rasanya bahagia..

Rasa yang tlah lama hilang dari diri

Cintakah?

Hatiku seakan melambung menatap pesonamu

Ingin sekali ku miliki hatimu tanpa celah

Bagaimana?

Aku takut jika hanya berakhir luka

Tapi hatiku seolah meyakini hadirmu mampu hidupkan senyumku

Nampaknya batinku mulai berharap

Beranikah ku lanjutkan rasa terhadapmu?

Keindahanmu bagai menyurutkan nyaliku mendekat

Takut jika tak sepadan

Dan aku tak mau mengemis pada cinta

Meski tiap malam bayangmu memenuhi mimpiku tanpa ruang sisa

Aku hanya berani menjaga cinta

Entah kau juga rasakan atau malah bertolak belakang dengan rasaku

Tapi tetaplah di tempat itu agar selamanya ku bisa melihatmu

Aku termenung…

Gemuruh hujan seakan tak lagi terdengar

Perlahan mataku memanas

Akhirnya...

Terkuak juga segala lara

Aku tak bisa hentikannya

Isak ku mengeras

Ragaku berguncang melepaskan duka hati

Otakku hanya penuh melodi menyedihkan

Memperparah perasaan yang terkikis

Saat ini rindu benar-benar menggangguku

Seperti yang lalu ku berlari memeluknya

Tak ingin melepaskan hangatnya

Tapi kini hanya angan yang beralih menusuk

Harusnya ...

Detik ini kau disampingku

Menghentikan tangisan pilu ku

Tapi tak ada tanda-tanda mu

Aku merasa dingin

Bagiku waktu seolah berpihak pada kesengsaraan!

Mengapa diantara banyak adam

Hanya waktumu yang dipersempit!

Jiwaku seperti ikut terlepas

Mengingat apa yang terjadi diakhir bahagiaku

Kembali !

Aku tak bisa tanpamu...

Aku mendambakan cintanya

Kasih sayang yang menyejukkan hatiku tiap saat

Kadang ku ingin sekali memeluk bayangnya

Hanya sekedar melepas rindu

Walau sepertinya khayalku berlebihan

Mana mungkin aku yang hanya kepingan masa lalu ini terlihat olehnya?

Harusnya ku lepas saja harapan ini

Hanya membuat kekecewaan semakin nyata

Tapi mengapa aku masih saja cinta

Biar ku katakan lelah

Hati terus saja menahan

Rasaku terlalu bodoh

Tersakiti oleh cintaku sendiri

Apa tak layak bagiku miliki keindahanmu lagi?

Aku merindukan mu