Akhiri saja daripada tak bertepi

Bag gelombang terombang-ambing

Kadang menerjang kadang menghempas

Lirih hati bergantung pada ketidakpastian

Menangis tiada henti

Mengeluh pada waktu

Aku hanya manusia malang yang lemah akan cinta

Masih aku berharap

Padahal jelas tak ada tempat

Sebenarnya sepenuhnyalah kesalahanku

Harusnya terlupakan

Tapi masih ku pendam

Kini ia merebak pinta ku agar terus merangkak

Hingga rasanya terlalu lelah ku ikuti maunya hati

Cukup sudah bagi kesadaranku tuk bangun dari kepasrahan

Biarkan berakhir begini

Dan aku kan berhenti mengais luka ditempat yang sama

Sepertinya sesuatu sedang terjadi pada hatiku

Tiba-tiba saja jantung ku mempercepat iramanya

Tiap kali ku melihatnya ..

Sorotnya juga mengarah padaku

Pandangannya tak dapat ku hindari

Dan yang terjadi seolah ada yang mekar di dalam hati

Rasanya bahagia..

Rasa yang tlah lama hilang dari diri

Cintakah?

Hatiku seakan melambung menatap pesonamu

Ingin sekali ku miliki hatimu tanpa celah

Bagaimana?

Aku takut jika hanya berakhir luka

Tapi hatiku seolah meyakini hadirmu mampu hidupkan senyumku

Nampaknya batinku mulai berharap

Beranikah ku lanjutkan rasa terhadapmu?

Keindahanmu bagai menyurutkan nyaliku mendekat

Takut jika tak sepadan

Dan aku tak mau mengemis pada cinta

Meski tiap malam bayangmu memenuhi mimpiku tanpa ruang sisa

Aku hanya berani menjaga cinta

Entah kau juga rasakan atau malah bertolak belakang dengan rasaku

Tapi tetaplah di tempat itu agar selamanya ku bisa melihatmu

Aku termenung…

Gemuruh hujan seakan tak lagi terdengar

Perlahan mataku memanas

Akhirnya...

Terkuak juga segala lara

Aku tak bisa hentikannya

Isak ku mengeras

Ragaku berguncang melepaskan duka hati

Otakku hanya penuh melodi menyedihkan

Memperparah perasaan yang terkikis

Saat ini rindu benar-benar menggangguku

Seperti yang lalu ku berlari memeluknya

Tak ingin melepaskan hangatnya

Tapi kini hanya angan yang beralih menusuk

Harusnya ...

Detik ini kau disampingku

Menghentikan tangisan pilu ku

Tapi tak ada tanda-tanda mu

Aku merasa dingin

Bagiku waktu seolah berpihak pada kesengsaraan!

Mengapa diantara banyak adam

Hanya waktumu yang dipersempit!

Jiwaku seperti ikut terlepas

Mengingat apa yang terjadi diakhir bahagiaku

Kembali !

Aku tak bisa tanpamu...

Aku mendambakan cintanya

Kasih sayang yang menyejukkan hatiku tiap saat

Kadang ku ingin sekali memeluk bayangnya

Hanya sekedar melepas rindu

Walau sepertinya khayalku berlebihan

Mana mungkin aku yang hanya kepingan masa lalu ini terlihat olehnya?

Harusnya ku lepas saja harapan ini

Hanya membuat kekecewaan semakin nyata

Tapi mengapa aku masih saja cinta

Biar ku katakan lelah

Hati terus saja menahan

Rasaku terlalu bodoh

Tersakiti oleh cintaku sendiri

Apa tak layak bagiku miliki keindahanmu lagi?

Aku merindukan mu

Sedikit saja ku meminta kepekaan hatimu

Agar ku dapat menenangkan hati

Dengan seseorang yang perduli

Tapi kau masih tak mengerti

Perasaanku tercabik walau masih tersenyum

Kadang beban ini membuatku terdorong mendiami jurang

Kau acuhkan rasaku

Padahal hatiku dengan tulus mencintaimu

Terlalu sering ku menangisi hati

Karena hanya namamu dipikiranku

Dan itu menguras seluruh tenaga untuk lupakan sedikit sosokmu yang ku rindu

Mengapa harus terjadi padaku?

Saat kerapuhan merengkuhku

Kau mematahkan kekuatan terakhirku

Andai saja kau tau..

Cinta ini masih ada dari dulu, sekarang, hingga nanti

Mungkinkah aku memiliki hatimu

Tapi kau sedang termiliki

Walau tlah lama ku mencintamu

Aku tak pernah berani mendekati keindahanmu

Takut terikat dalam keistimewaanmu

Dari jarak ini pun masih terasa pesonamu

Dan aku tak kuasa menahan hatiku agar tak mencinta

Aku hanya bisa tersenyum

Nyatanya berakhir sampai pada titik jenuh

Aku hanya bisa melihatmu seterang bintang

Setidaknya aku mencinta apa yang ada dalam hatimu

Bukan hanya elok rupamu

Aku hanya berharap semoga kau tau

Dan sesekali menjenguk hatiku yang sakit

Mungkin kau tak pernah melihatku sebagai gadis

Yang juga bisa terpikat senyummu

Tapi tak mengapa

Aku tak ingin merusak persahabatan kita

Hanya saja lama tak melihat sosokmu

Membuatku takjub dan terpana

Rinduku akhirnya terobati meski hati sebaliknya

Kau datang disaat yang tepat

Saat hatiku terpuruk dalam luka menjurang

Kau berdiri menjemputku keluar

Membantuku melihat indah dunia

Kau memberiku tempat bersandar

Walau hatiku sedikit takut jika perih terulang

Kau mengobati rasa yang hampir sirna

Senyummu seolah beriku kekuatan baru

dan kehangatan saat dingin memeluk hatiku

Bisakah ku kembali membuka sedikit pintu hati?

Tlah ku coba…

Tapi terkunci mati

Lalu bagaimana aku yang terjebak dalam cinta masa lalu?

Mestinya hadirmu musnahkan bayangnya!

Aku membenci hatiku yang masih berpihak padanya

Walau tlah ku katakan aku menyayangimu

Tapi tak bisa ku lontarkan kata cinta yang dulu miliknya