Melihatmu berdiri tegak dengan angkuhnya
Masih saja membuat kenangan berkecamuk dalam pikiranku
Walau seharusnya luka telah meremuk redamkan semua
Tapi nyatanya masih saja menghantui gerakku
Dan saat pandangan terarah, tertuju, dan tertabrak
Takkan mungkin ku rusak harga diri yang semakin menjatuhkanku
Ego meracuni hatiku dan dia
Berpaling cepat membuang wajah
Saat itu juga metaku meneteskan kesedihannya
Hanya untuk menyimpan dan merahasiakan rasa
Kehilangan merasuki jiwaku
Memperparah luka terdahulu
Dengung, dengar dan sampaikanlah rintihku atas namanya
Petir, tunjukkan kemarahan suaramu
Layaknya luka laluku dan sekarang
Cinta, tetaplah diam dan jangan menampakkan wujudmu atas dirinya
Kehilangan, kerinduan, keangkuhan sikapnya
Menyeruak mencipta sang bingung
Yang tumbuh semakin besar dan menyesatkan
Tanpa bisa ku bertemu sebuah akhir yang jelas
Menyimpannya tak semudah meniup angin
Layaknya badai besar,
Ku selalu merasa terjangannya begitu kuat
Hanya saja terselip di reruntuhan hati
Begitu aku terpaku melihat kedatanganmu
Hari seolah berubah indah
Namun menatap seseorang disampingmu
Terasa seakan kematian mendekatiku perlahan-lahan
Aku dengan enggannya mengakui bahwa dia pantas di sampingmu

Kini hanya sesal yang menyeruak ke permukaan

cinta tlah lama ku pendam
Semakin lama semakin tak bermakna
Tak mungkin ku bisikan lagi cinta itu

Haruskah ku terluka lagi
Kesadaranku sudah cukup menyakitiku
Apa perlu ku mengejarmu
Mungkin terlambat...
Pantaskah jika ku bertanya,
Kapan kau mendengar nyanyian cintaku?
Aku slalu ada dibelakangmu...
Apakah kau benar-benar tak merasakannya?
Apa kau tak pernah melihatku?
Biarlah..
Asalkan masih ada senyum itu..
Asalkan masih ada bahagiamu itu
Aku akan terus melihatmu
Seandainya kau berbalik walau hanya satu kali
Cukup bahagiakanku selamanya
Aku tak akan terlalu memaksamu untuk mencintaiku
Hanya berani berharap kau tau perasaan ini
Hatiku terus berontak memanggilmu
Hingga pada satu waktu ku tak bisa lagi menahannya
Meski ku tau semua ini hanya sia-sia
Karena hanya ada dia,
Dan akan selalu dia yang kau lihat
Tak mengapa...
Aku akan tetap berada dibelakangmu
Aku bukan hanya sekedar bodoh mengharapkan cintamu
Tapi aku juga terlalu lemah untuk memaksa hatiku menjauh darimu...
Cinta itu menyebalkan!
Kadang mengangkatku ketempat teratas..
Kadang juga menghempasku ketempat yang paling bawah!
Sakitnya begitu menyiksaku,
Hingga menangispun tak mampu meredakan perasaanku yang luka..
Harus bagaimana lagi mengenyahkan cinta ini dari hatiku?
Aku lelah berlari,
Aku lelah berjalan tertaih-tatih
Hanya untuk satu cinta!
Bahkan ia pun tak menyadari jatuh dan bangkitnya aku melawan semua badai.
Bahkan ia pun tak tau berapa banyak airmata yang ku simpan
Laut pun seakan tak sanggup menampung pedihnya air mata ku
Dan kau dengan mudahnya mencampakan kehadiran cintaku
Apa yang salah dengan ku selama ini?
Bukankah cinta itu yang kau inginkan?
Atau hanya harapan kosong yang selama ini ku dengarkan?
Semua berakhir!!!
Cintaku..
Sekarang meski dimana pun langkahmu berlari
Jika kau terus mengaharapku
Maka ku kan menghampiri
Matahariku
Teruslah hangatkan seluruh jiwaku,
agar tak lagi terasa kebekuan itu
Bintangku
Teruslah bersinar terang untuk hatiku,
agar tak lagi menjadi gelap
Kau adalah bulan yang akan slalu ku rindukan di siang hariku.
Kau adalah pelangi yang slalu ku ingat selama nafasku berhembus
Hingga langit pun mengambil degup jantungku..
Dan kau masih ada di hatiku..
Walau raga tlah tiada..
Hanya ada jiwa yang tersisa
Dan itupun masih mengingatmu
Kekasihku....
Sudah ku coba segala cara..
Mengobti seluruh perasaan.
Telah ku jelajahi seluruh dunia, samudra, dan rimba tuk temukan caranya..
Namun kau masih saja terasa perih.
Begitu dalamnya perasaan yang tersakti itu
Hingga nyawa inipun hampir ku biarkan pergi agar tak lagi ku rasakan perih. ..
Harus bagaimana lagi ku balut rasa ini agar tak merembes mengena jiwa. ..
Air mata, semakin menyesakkan dada..
Membuat ku lebih merasakan derita akibat cinta..
Sampai pada batasnya, ku lelah..
Dan biarkan luka itu mengering dengan sendirinya. ..
Teruslah berlari
Dan bila terjatuh,
Aku akan menahanmu. . .
Jika hanya senyum dan tawa bahagiamu
Tlah cukup buatku bahagia
Maka lautan airmata ini akan ku simpan...
Meski tak pernah tau...
Bahkan tak merasakan kepingan-kepingan hatiku yang hancur berserakan itu..
Aku dengan dengan bodohnya masih melihatmu
Memperhatikan langkahmu
Tak sanggup jika bayanganmu tak tampak di mataku..
Birapun dengannya,
Ku tetap menatapmu
Membiarkan segenap perasaanku tertumpu pada sesuatu yang fana
Melihatmu dengannya ku akui menyakitkan!
Namun membahagiakan..
Karena sepertinya hanya dia yang memberimu bahagia
Aku takkan berani berharap cintamu...
Hanya akan memperparah luka...